Tekanan eksternal meningkat setelah ancaman tarif baru dari AS terhadap Eropa kembali memicu ketidakpastian perdagangan.
Pada saat yang sama, lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor panjang memperketat kondisi keuangan regional, sehingga membebani selera risiko di pasar saham Asia. (Aldo Fernando)