AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26855.30
0.67%
+177.50
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Cadangan Batu Bara Seluruh IUP IATA Diprediksi Bisa Capai 600 juta MT 

MARKET NEWS
Tim IDXChannel
Rabu, 11 Mei 2022 07:54 WIB
Manajemen PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) memperkiraan cadangan batu bara untuk semua IUP bisa mencapai minimal 600 juta MT.
Cadangan Batu Bara Seluruh IUP IATA Diprediksi Bisa Capai 600 juta MT  (Dok.MNC)
Cadangan Batu Bara Seluruh IUP IATA Diprediksi Bisa Capai 600 juta MT  (Dok.MNC)

IDXChannel -  Manajemen PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) memperkiraan cadangan batu bara untuk semua IUP bisa mencapai minimal 600 juta MT saat pengeboran akan terus dilanjutkan dimana hal tersebut meningkatkan potensi cadangan. 

Temuan cadangan dan sumber daya masih akan terus bertambah karena pengeboran tahap 1 yang dilakukan hanya kurang dari 20% area IUP APE yang
dapat ditambang.  

Pengeboran Tahap 2 dan Tahap 3 rencananya akan selesai pada kuartal ini. APE telah memiliki IUP Operasi Produksi dengan luas 15.000 Ha di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Lokasi tambang APE hanya 12,5 km dari sungai dan sekitar 108 km ke area transhipment di pelabuhan Tanjung Buyut. APE direncanakan memulai produksi pada Q4 2022.  

Dengan tambahan laporan KCMI ini, cadangan batu bara terbukti dari 9 IUP yang dimiliki oleh IATA naik menjadi 158,68 juta dari sebelumnya 138,1 juta MT. 

Angka tersebut belum memperhitungkan tambahan cadangan dari IUP APE yang lebih dari 80% lahannya belum dilakukan pengeboran, dan dari IUP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal – South (BSPC-S), PT Putra Mandiri Coal (PUMCO), PT Primaraya Energi (PE), PT Titan Prawira Sriwijaya (TPS), PT Sriwijaya Energi Persada (SEP), serta PT Energi Inti Bara Pratama (EIBP) yang sama sekali belum dilakukan pengeboran. 

Sebelumnya diinformasikan, laporan Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) atas salah satu Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang baru saja diakuisisi oleh PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), PT Arthaco Prima Energy (APE) menemukan cadangan 20,58 juta MT dengan GAR 3.250 kg/kcal pada pengeboran Tahap 1 di lahan seluas 380 Ha, dari total area cadangan saat ini seluas 2.059 Ha. 

Adapun sumber daya batubara Tahap 1 mencapai 138,85 juta MT. 

Menggunakan harga batu bara HBA rata-rata dari 2000 sampai dengan April 2022, kegiatan penambangan APE akan menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar USD 56,6 juta, dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 56,5%, Break Even Point (BEP) sebesar 5,2 juta MT dan Payback Period selama 1,87 tahun.

Tentunya jika harga batu bara bertahan seperti sekarang, NPV di atas akan meningkat hingga lebih dari dua kali lipat.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD