sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

CASS Likuidasi Anak Usaha, Cinta Airport Flores Pengelola Bandara Komodo

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
28/01/2026 20:08 WIB
PT Cahaya Aero Services Tbk (CASS) melakukan likuidasi atau membubarkan entitas usaha, PT Cinta Airport Flores (CAF), yang merupakan pengelola Bandara Komodo.
CASS Likuidasi Anak Usaha, Cinta Airport Flores Pengelola Bandara Komodo. (Foto Istimewa)
CASS Likuidasi Anak Usaha, Cinta Airport Flores Pengelola Bandara Komodo. (Foto Istimewa)

Pengembangan bandara ini membutuhkan investasi senilai Rp1,2 triliun. Dana ini akan digelontorkan untuk membangun bandara dari sisi udara dan darat. Pembangunan itu meliputi perpanjangan landasan pacu, pelebaran apron, penambahan dua terminal baru, perkerasan landasan dan taxiway, dan penambahan fasilitas pendukung lainnya.

Setelah pengembangan bandara mencapai final, total estimasi nilai biaya operasional yang diperkirakan akan keluar selama 25 tahun mencapai Rp5,7 trilun. Sebagai komitmen, pengelola Bandara Komodo memiliki kewajiban membayar konsesi dimuka sevesar Rp5 miliar atau 2,5 persen dari total investasi dengan pembayaran bertahap dua kali setiap tahun.

Pembayaran itu meningkat per tahun dengan kenaikan 5 persen dari biaya konsesi tahun sebelumnya serta clawback sebesar 50 persen. Hingga konsesi ini selesai, Bandara Komodo diperkirakan akan memiliki pergerakan penumpang sebanyak 4 juta per tahun dari semula 720 ribu penumpang per tahun.

Namun, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo Labuan Bajo Ceppy Triono mengungkapkan, Bandara Internasional Komodo hingga saat ini masih dikelola UPBU yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub. UPBU biasanya mengelola pelayanan jasa penerbangan dan jasa bandara yang belum diusahakan secara komersial.

Sebelumnya, Bandara Komodo harusnya dikelola Singapura periode 2019-2020, namun tidak diketahui kelanjutannya setelah adanya pandemi hingga saat ini.

"Saya tidak tahu, terakhir itu kan tanya masuk konsorsium Singapura tapi sehabis ada pandemi dan hingga kini tidak tahu kelanjutannya. Terakhir ini yang berminat Korea. Sampai ini saya sebagai bagian dari Kementerian Perhubungan hanya menunggu kebijakan dari atas saja," ujarnya pada 3 September 2024.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement