sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Catatkan Rugi Rp34 Miliar, RAAM Umumkan Puasa Dividen

Market news editor Desi Angriani
07/05/2026 18:08 WIB
Tripar Multivision memutuskan absen dalam pembagian dividen tahun buku 2025.
Catatkan Rugi Rp34 Miliar, RAAM Umumkan Puasa Dividen (Foto: iNews Media Group)
Catatkan Rugi Rp34 Miliar, RAAM Umumkan Puasa Dividen (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) memutuskan absen dalam pembagian dividen tahun buku 2025 seiring rugi bersih Rp34 miliar yang masih dibukukan perseroan.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB) yang digelar pada Kamis (7/5/2026).

"Perseroan menetapkan rugi bersih Rp34 miliar sehingga tidak menyisihkan dana cadangan dan tidak memberikan dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025," tulis manajemen dalam ringkasan risalah rapat yang disampaikan melalui keterbukaan informasi BEI, Kamis (7/5/2026).

Selain memutuskan absen dalam pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui rencana penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dalam aksi korporasi tersebut, RAAM akan menerbitkan sebanyak 1.362.724.000 saham baru atau setara sekitar 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Di sisi lain, rapat juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Pemegang saham menerima pengunduran diri Ario Bayu Wicaksono dari jabatan direktur utama serta Gita Rusmida Sjahrir sebagai komisaris independen.

Sebagai penggantinya, pemegang saham mengangkat Karishma Raam Punjabi sebagai komisaris dan Nengah Rama Gautama sebagai komisaris independen untuk masa jabatan 2026-2031.

Sebelumnya, RAAM memangkas kerugian dari Rp178,77 miliar pada 2024 menjadi Rp34 miliar sebagaimana ditetapkan oleh perseroan.

Pendapatan perseroan juga turun 21 persen menjadi Rp180,96 miliar, dari Rp229,34 miliar pada 2024.

Namun demikian, laba operasional RAAM melonjak 394,9 persen menjadi Rp98,90 miliar dari Rp19,98 miliar pada periode sebelumnya.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement