Direktur Utama CBRE, Suminto, mengatakan perseroan saat ini tetap fokus menyelesaikan seluruh tahapan rights issue sesuai ketentuan yang berlaku.
"Adanya kepastian bahwa sektor minerba tidak terdampak skema gross split serta potensi relaksasi RKAB memberikan keyakinan lebih bagi pelaku industri. Dengan dukungan kondisi pasar yang membaik, kami optimistis proses rights issue CBRE dapat terlaksana sesuai target," ujar Suminto dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Berbagai perkembangan kebijakan di sektor pertambangan berpotensi menjadi faktor pendukung bagi prospek industri. "Namun, pelaksanaan rights issue tetap bergantung pada penyelesaian proses perizinan dan persetujuan regulator," lanjutnya.
CBRE menjelaskan bahwa rights issue tersebut menggunakan laporan keuangan per Desember sebagai dasar pelaksanaan aksi korporasi. Perseroan menargetkan proses rights issue dapat diselesaikan pada Juni 2026 apabila pernyataan efektif dari OJK diperoleh dalam waktu dekat.
Perseroan menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar dan melanjutkan proses rights issue sesuai jadwal yang telah direncanakan.
(Shifa Nurhaliza Putri)