AALI
9825
ABBA
390
ABDA
0
ABMM
1435
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2970
ADHI
1040
ADMF
7700
ADMG
196
ADRO
1870
AGAR
320
AGII
1485
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
179
AHAP
76
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4180
AKSI
414
ALDO
965
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23466.39
-1.26%
-300.30
N225
27924.96
-0.37%
-104.61
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Cerita Sukses Waskita Karya dan Acset Indonusa Bangun Tol Jakarta-Cikampek

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Kamis, 12 Desember 2019 14:45 WIB
Dalam pengerjaan konstruksinya, Waskita Karya dan Acset Indonusa berhasil menyelesaikan pembangunan tol layang japek 2 kurang dari tiga tahun.
Cerita Sukses Waskita Karya dan Acset Indonusa Bangun Tol Jakarta-Cikampek. (Foto: Ist)
Cerita Sukses Waskita Karya dan Acset Indonusa Bangun Tol Jakarta-Cikampek. (Foto: Ist)

IDXChannel – Tol Layang Jakarta-Cikampek merupakan salah satu proyek strategis yang dikerjakan pemerintah sejak pertengahan 2017.

Dalam pengerjaan konstruksinya, kolaborasi yang dilakukan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Acset Indonusa Tbk, anak usaha PT Astra International Tbk. berhasil menyelesaikan pembangunan tol tersebut kurang dari tiga tahun.

Pengerjaan proyek tol tersebut menggunakan metode Sosro Bahu. Teknologi karya anak bangsa itu memungkinkan pengerjaan tol dengan minim gangguan, sehingga pengguna tol di bawah bisa tetap berjalan di tengah proses pembangunan.

Selama pembangunan, pengguna tol Jakarta-Cikampek existing memang merasakan kemacetan karena pengerjaan mengambil sebagian lajur. Meski begitu, kontraktor melebarkan jalan untuk meminimalisir kemacetan dampak dari pengerjaan proyek. Proses pengerjaan itu memang sangat rawan macet. Apalagi, ada dua proyek lain yang secara paralel dikerjakan yaitu LRT Jabodebek dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Bicara soal teknologi yang digunakan yakni Sosro Bahu, sejatinya bukan barang baru, teknologi serupa pernah diterapkan saat pembangunan tol layang Cawang-Tanjung Priok. Namun, tol layang Jakarta-Cikampek menjadi tol layang pertama di Indonesia yang menggunakan baja. Penggunaan komponen baja mencapai 40% dari total panjang tol.

Proyek yang menelan biaya konstruksi hingga Rp11 triliun tersebut menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan jaminan dari pemerintah.

Pemerintah juga memberikan masa konsesi atas proyek tersebut selama 45 tahun kepada Jasa Marga. Masa konsesi tersebut terhitung sejak perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) ditandatangani pada 2016 lalu.

Kini, presiden Jokowi telah meresmikan Tol Layang Jakarta-Cikampek pada Kamis (12/12/2019) dan mulai dioperasikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. BUMN konstruksi ini telah membentuk anak usaha yang bernama PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC). (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD