Dari sisi fundamental, Sucor menilai profil pendapatan TPIA kini semakin kuat karena mayoritas laba berasal dari bisnis Aster di Singapura yang berbasis dolar AS.
Struktur tersebut membuat arus kas perseroan lebih terlindungi dari volatilitas rupiah sekaligus memungkinkan perusahaan memperoleh biaya pendanaan yang lebih rendah melalui akses ke perbankan internasional.
Sucor menilai TPIA kini telah bertransformasi dari perusahaan petrokimia yang bersifat siklikal menjadi grup energi, petrokimia, dan infrastruktur yang terintegrasi.
Meski prospek laba meningkat pasca-akuisisi Aster, valuasi saham dinilai masih belum sepenuhnya mencerminkan perubahan fundamental tersebut sehingga ruang kenaikan harga saham masih terbuka.
Di pasar saham, Jumat (21/8), pukul 10.28 WIB, saham TPIA menguat 4,33 persen ke Rp2.050 per unit. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.