Usulan ini akan dibawa dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 6 April 2026. Jika disetujui, maka cum date di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 14 April 2026 dan didistribusikan pada 6 Mei 2026.
Dengan distribusi ini, maka seluruh pemegang saham akan memiliki saham tambahan. PT Harkatjaya Bumipersada misalnya selaku pemegang saham utama sekaligus pengendali CNMA akan memperoleh 900 juta saham tambahan, sehingga porsinya bertambah dari 53,99 persen menjadi 55,07 persen.
Sementara itu, pemegang saham publik juga akan mendapatkan saham tambahan dari 6,64 miliar saham menjadi 6,77 miliar saham. Alhasil, porsi free float naik dari 7,96 persen menjadi 8,12 persen.
Pembagian saham treasuri ini sekilas mirip dengan saham dividen. Namun, saham ini bukan saham baru, melainkan saham hasil buyback, sehingga distribusi saham ini tidak akan mengubah modal ditempatkan dan disetor perseroan.
(Rahmat Fiansyah)