AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Dampak Penyebaran Omicron, Rupiah Melemah Pagi Ini

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 02 Desember 2021 11:02 WIB
Nilai mata uang tukar Rupiah masih lesu terhadap Dolar AS pada perdagangan awal pagi ini, Kamis (2/12/2021).
Dampak Penyebaran Omicron, Rupiah Melemah Pagi Ini
Dampak Penyebaran Omicron, Rupiah Melemah Pagi Ini

IDXChannel - Nilai mata uang tukar Rupiah masih lesu terhadap Dolar AS pada perdagangan awal pagi ini, Kamis (2/12/2021).

Pantauan di pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:24 WIB, mata uang Garuda turun -26 poin atau -0,18% di harga Rp14.373 per 1 Dolar AS.

Selain Rupiah, sebagian besar mata uang negara Asia terpantau bergerak turun terhadap USD, ketika indeks Dolar AS mulai pulih di level USD95,92.

Yen Jepang tertekan -0,24% di 113,03, Dolar Hong Kong tergelincir -0,01% di 7.7936, dan Ringgit Malaysia anjlok -0,11% di 4,2225.

Dolar Taiwan koreksi -0,13% di 27.723, Baht Thailand terpuruk -0,31% di 38.825, Peso Filipina merosot -0,04% di 50,400, dan Won Korea Selatan longsor -0,06% di 1.177,60.

Yuan China anjlok -0,04% di 6,3696, sementara sisanya menguat seperti Dolar Singapura naik -0,06% di 1,3644, dan Dolar Australia melesat 0,16% di 0,7116.

Sebagai catatan, Dolar AS mulai pulih dari penurunan yang terjadi pada Rabu lalu (1/12) setelah kabar varian baru virus corona Omicron menyebar dan memicu penurunan sejumlah harga komoditas, seperti minyak mentah.

Indeks dolar terhadap mata uang utamanya sempat menguat 0,1%. Greenback juga naik terhadap dolar Kanada, Australia dan Selandia Baru dan terhadap Euro serta Pound Inggris.

Analis melihat kondisi demikian membuat investor dan trader lebih dominan mengambil langkah untuk menghindari risiko dengan cara menarik dananya dari bursa saham (menjual sahamnya), sementara di pasar uang, investor akan akan menjual high yield currency. Kondisi ini disebut risk-off.

"Apa yang Anda lihat adalah langkah risk-off klasik di pasar FX dan itu berarti dolar mengungguli mata uang komoditas," kata Analis valuta asing, Erik Bregar, dilansir Reuters, Kamis (2/12/2021).

Pergeseran tersebut mensinyalir ada kerapuhan di sejumlah nilai tukar mata uang asing dari waktu ke waktu merespons asumsi dampak penyebaran varian Omicron dan langkah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang dinilai bakal lebih cepat menaikkan suku bunga AS. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD