IDXChannel – Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia membuka peluang untuk masuk sebagai pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring rencana demutualisasi bursa. Namun, besaran modal dan porsi kepemilikan yang akan diambil Danantara masih dalam kajian.
CEO Danantara Indonesia yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengatakan bahwa pihaknya masih perlu mempelajari terlebih dahulu persentase kepemilikan saham BEI yang akan diambil.
"Mengenai demutualisasi kami tentunya akan mempelajari terlebih dahulu berapa persen yang kita ingin masuk, dan kriteria-kriterianya, pada saat kami masuk dan berinvestasi," kata Rosan saat dijumpai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (1/2/2026).
Rosan menjelaskan kajian tersebut juga akan mempertimbangkan praktik kepemilikan bursa di berbagai negara. Menurutnya, porsi kepemilikan pemegang saham di bursa global sangat bervariasi.
"Kami lihat juga kan hampir di semua bursa lainnya di dunia ini ada yang 25 persen, ada yang 35 persen, ada yang 30 persen, ada yang lebih dari itu, ya tapi tentunya kami akan lihat," kata dia.
Lebih lanjut, Rosan menegaskan bahwa rencana masuknya investor dalam demutualisasi BEI tidak hanya terbatas pada Danantara. Ia membuka peluang bagi sovereign wealth fund (SWF) lain untuk turut berpartisipasi sebagai pemegang saham.
"Tapi justru yang masuk ini bukan hanya Danantara tapi bisa sovereign wealth fund (SWF) lainnya juga," tutur Rosan.
(Febrina Ratna Iskana)