Manajemen menegaskan, seluruh saham yang menjadi dasar penerbitan HDR berasal dari penjualan saham milik para pemegang saham eksisting. Dengan demikian, tidak terdapat penerbitan saham baru maupun aksi penambahan modal oleh perseroan.
“Underlying HDR seluruhnya berasal dari penjualan saham pemegang saham yang ada, sehingga perseroan tidak menerima hasil dana dari penawaran HDR tersebut,” tulis manajemen dalam klarifikasi di keterbukaan informasi, Rabu (24/6/2026).
EMAS juga mengungkapkan minat investor terhadap penawaran tersebut cukup tinggi. Sekitar 50 persen dari total HDR yang ditawarkan telah diamankan oleh investor jangkar (cornerstone investors), yang terdiri dari Glencore, Trafigura, Mercuria, Ping An, dan ORIX.
Adapun transaksi ini melibatkan 12 pemegang saham penjual yang secara kolektif menguasai sekitar 18,8 persen saham EMAS. Dari jumlah tersebut, sekitar 6,1 persen saham dilepas melalui mekanisme HDR.
Meski sebagian saham berpindah ke pasar Hong Kong, perseroan menilai dampaknya terhadap valuasi secara keseluruhan relatif terbatas. Hal ini karena sekitar 94 persen saham EMAS masih tetap tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.