sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Deretan Sentimen Ini Diprediksi Kurangi Tekanan pada Nilai Tukar Rupiah di Akhir 2026

Market news editor Rohman Wibowo
21/08/2026 03:03 WIB
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diproyeksikan akan mereda menjelang akhir 2026.
Deretan Sentimen Ini Diprediksi Kurangi Tekanan pada Nilai Tukar Rupiah di Akhir 2026. (Foto iNews Media Group)
Deretan Sentimen Ini Diprediksi Kurangi Tekanan pada Nilai Tukar Rupiah di Akhir 2026. (Foto iNews Media Group)

Pandangan tersebut didasarkan pada laju inflasi inti AS yang bergerak melambat dari level 2,5 persen menuju kisaran 2,2 hingga 2,3 persen akibat melemahnya permintaan konsumen. Walaupun pertumbuhan ekonomi AS secara menyeluruh relatif kuat, ekspansi tersebut lebih banyak ditopang oleh ledakan investasi kecerdasan buatan, sementara sektor konsumsi masyarakat cenderung melandai.

Pelemahan indeks dolar AS (DXY) di pasar internasional dinilai turut memperkuat peluang bertahannya penguatan kurs rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Tren koreksi dolar AS tersebut dipicu oleh divergensi kebijakan suku bunga antarnegara maju serta ketahanan surplus neraca dagang mitra strategis dunia.

"Faktor global lain yang mendukung meredanya tekanan terhadap rupiah adalah perkiraan pelemahan indeks dolar terhadap euro dan yuan China. Ini disebabkan Bank Sentral Eropa (ECB) yang diperkirakan menaikkan suku bunga pada September saat The Fed berpeluang menurunkan bunga, serta kuatnya surplus transaksi berjalan China yang melebihi 3 persen PDB," ujar Helmi.

Dari sisi domestik, depresiasi nilai tukar rupiah yang berlangsung sejak akhir tahun lalu secara tidak langsung memberikan efek penyeimbang bagi neraca pembayaran. Pelemahan kurs tersebut membuat nilai dividen investasi asing yang direpatriasikan ke luar negeri menjadi lebih kecil saat dikonversikan ke dalam denominasi dolar AS.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement