“Kalau menguat lagi, harga emas diproyeksi berada di USD4.571 per troy ons, kemudian logam mulianya di Rp2.880.000 per gram,” kata Ibrahim.
Ibrahim mengatakan sentimen geopolitik dan kebijakan The Fed akan menjadi sorotan pekan depan. Presiden AS Donald Trump mengeklaim kesepakatan yang telah lama dinantikan untuk mengakhiri perang dengan Iran dijadwalkan diteken pada Minggu waktu setempat. Namun, Garda Revolusi Iran membantah klaim tersebut.
Trump mengatakan penandatanganan kesepakatan akan membuka jalan bagi terbukanya Selat Hormuz.
“Kalau benar-benar terjadi perdamaian antara AS-Iran, kemudian Selat Hormuz dibuka, kemungkinan besar masyarakat, investor yang tadinya melakukan investasi di dolar AS akan berbalik ke logam mulia sebagai safe haven,” kata Ibrahim.
Kemudian dari segi kebijakan ekonomi, Selain The Fed, minggu depan Bank Sentral Global akan kembali melakukan pertemuan, termasuk Bank Sentral Eropa, Bank of England, dan Bank of Jepang. Mereka kemungkinan akan menaikkan suku bunga.