“Karena apa? Karena kita lihat bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia ini berdampak terhadap kenaikan harga-harga di Eropa, di Inggris maupun di Jepang,” ujar Ibrahim.
Untuk AS, Ibrahim melihat serangkaian data ekonomi seperti indeks harga konsumen dan indeks harga produsen mencatatkan kenaikan. Dengan demikian The Fed kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga
dalam pertemuan minggu depan.
“Jika lonjakan harga minyak mentah masih terjadi dan inflasi di atas 2 persen, kemungkinan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga,” kata Ibrahim.
(NIA DEVIYANA)