AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Dibuka di Zona Merah, Analis: Kenaikan Yield Obligasi AS Dominasi Pergerakan IHSG

MARKET NEWS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Jum'at, 19 Maret 2021 11:08 WIB
IHSG tertekan 0,48% berada di level 6.317.
IHSG tertekan 0,48% berada di level 6.317. (Foto: MNC Media)

IDXCHannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (19/3/2021). IHSG tertekan 0,48% berada di level 6.317.

Direktur PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee mengatakan, sentimen kenaikan yield obligasi tenor 10 tahun dari Amerika Serikat (AS) mendominasi pergerakan IHSG.

“Ya memang dominasi sentimen kita rata-rata datang dari kenaikan yield obligasi Amerika. Kalau kemarin kita lihat pasar mulai cukup optimis, The Fed dalam pernyataannya menyatakan mereka akan tetap mempertahankan suku bunga rendah mereka sampai dengan 2023. Karena tadinya orang berpikir bahwa melihat stimulus fiskal Amerika yang sangat besar kemungkinan The Fed akan memajukan kenaikan suku bunga menjadi awal 2023,” katanya hari ini (19/3/2021) dalam Market Opening IDX Channel.

Menurutnya, walau yield obligasi masih akan menjadi masalah bagi investor, tetapi kenaikan inflasi AS yang cukup tinggi itu bersifat temporer atau tidak akan bersifat jangka panjang. “Artinya ketika dia udah naik dia akan cenderung tertekan turun lagi ke bawah. Sama dengan yield yang terjadi gitu, sehingga kalau kita lihat pelaku pasar harus memanfaatkan peluang ini. Memang pasar mungkin akan sedikit terkoreksi, tetapi ini membuka peluang kembali untuk melakukan pembelian,” ujar Hans.

Sementara itu, kata Hans, hari ini IHSG cenderung bergerak dengan support level sampai dengan 6.307 – 6.288, sedangkan resistance level ada di 6.358 – 6.387.

“Mungkin hari ini pasar cenderung agak sedikit tertekan turun ke bawah ya mengingat memang yield Amerika kemarin sempat sampai 1,75 tadi pagi saya cek sudah di 1,71 ya. Jadi mulai agak sedikit tekanan turun dari yield tadi, tapi indeks kita mungkin masih dalam tekanan ya biar pun ada potensi rebound juga,” ujar dia.

Hans kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, AISA, APLN, BJBR, dan GIAA. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD