AALI
8825
ABBA
238
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
620
ACST
198
ACST-R
0
ADES
7050
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
168
ADRO
3880
AGAR
302
AGII
2360
AGRO
625
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
106
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
322
ALDO
700
ALKA
296
ALMI
400
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.85
-1.3%
-7.06
IHSG
7086.59
-1.28%
-91.99
LQ45
1012.79
-1.25%
-12.84
HSI
18025.82
0.52%
+92.55
N225
26619.53
-1.97%
-534.30
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
792,736 / gram

Dirundung Sentimen Negatif, IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Jum'at, 23 September 2022 08:09 WIB
IHSG hari ini, Jumat (23/9/2022) diprediksi kembali melemah pada sepanjang perdagangan imbas beberapa sentimen negatif.
Dirundung Sentimen Negatif, IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah (FOTO: MNC Media)
Dirundung Sentimen Negatif, IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (23/9/2022) diprediksi kembali melemah pada sepanjang perdagangan imbas beberapa sentimen negatif. Adapun indeks saham akan berada di rentang 7.152 - 7.255.

Penasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) sekaligus analis MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan, IHSG bakal dibayangi tekanan jual di Wall Street hingga turunnya beberapa harga komoditas.

"Di tengah pelemahan Rupiah yang saat ini sudah bercokol di level 15,020, walaupun Bank Indonesia secara tidak terduga menaikkan 7DRR sebesar 50 bps, berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perdagangan Jumat ini," jelas Edwin dalam risetnya, Jumat (23/9/2022).

Akibat pengumuman suku bunga, lanjut Edwin, Wall Street dilanda tekanan jual beberapa hari sebelumnya, Indeks DJIA kembali terjungkal di hari Kamis sebesar 0,35 persen. 

Hal itu akibat kekhawatiran investor bahwa AS akan masuk kedalam jurang resesi akibat agresivitas The Fed menaikkan suku bunga dimana The Fed diperkirakan akan kembali menaikkan FFR sekitar 125 bps (1,25 persen) di dua pertemuan The Fed hingga akhir tahun 2022 dan berlanjut menaikkan FFR hingga 4,6 persen di tahun 2023.

Sentimen lainnya jika kejatuhan Indeks DJIA dikombinasikan dengan turunnya harga beberapa komoditas seperti: Coal turun tajam 6,10 persen, Gold 0,17 persen, Nikel 1,81 persen serta kembali naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun yang sudah berada di level 3,71 persen.

Saham rekomendasi Buy: ADMR, HRUM, AGII, INCO, PGAS, ADRO, ISAT, MEDC, PTBA, AKRA, SRTG

Saham-saham rekomendasi Edwin Sebayang yang dapat menjadi pilihan diantaranya:

ADMR 1,800 - 1,990
HRUM 1,850 - 2,040
AGII 2,350 - 2,600
INCO 6,325 - 7,000
PGAS 1,740 - 1,930

(RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD