IDXChannel - Emiten distributor resmi Coca-Cola, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) mencatatkan angka penjualan senilai Rp754,4 miliar sepanjang 2025. Angka ini naik 6,93 persen bila dibandingkan dengan perolehan Rp705,5 miliar sepanjag 2024.
Meski demikian, keuntungan atau laba bersih perusahaan tercatat mengalami penyusutan menjadi Rp4,36 miliar di 2025 dibandingkan setahun sebelumnya yang berada di angka Rp4,78 miliar.
Direktur Utama GRPM Agus Susanto menilai tren positif pada pertumbuhan penjualan tersebut tetaplah sebuah prestasi yang membanggakan bagi korporasi, terlebih jika melihat kondisi tekanan berat yang sedang dialami oleh berbagai perusahaan penyalur di industri yang sama.
“Kenaikan penjualan ini menjadi catatan baik yang diperoleh GRPM di tengah banyaknya penurunan penjualan yang dialami perusahaan dalam industri sejenis,” ujara dalam agenda paparan publik yang dilangsungkan secara virtual pada Senin (11/5/2026).
Seturut itu, nilai keseluruhan aset yang dikantongi perusahaan menyentuh angka Rp185,7 miliar, diiringi dengan ekuitas yang bernilai total Rp89,7 miliar, sementara jumlah kewajiban atau liabilitas perusahaan pada 2025 tersebut tercatat mencapai Rp95,9 miliar.
"Jadi di tahun 2025 itu kami bisa mempertahankan ya kinerja kita walaupun laba bersihnya sedikit turun. Tetapi in terms of everything, kayak aset kita naik, utang juga jauh berkurang, ekuitas naik dan lain sebagainya, menunjukkan bahwa kita sudah berada di strategi yang tepat," katanya.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tersebut, para pemegang saham juga turut memberikan persetujuan terhadap tujuh poin acara rapat. Di antaranya meliputi pengesahan atas laporan keuangan untuk tahun buku 2025, mekanisme pemanfaatan laba bersih, penunjukan jasa akuntan publik, sampai dengan perombakan pada jajaran manajemen perusahaan.
Terkait dengan agenda rencana pengalokasian laba bersih, GRPM telah mengambil keputusan untuk meniadakan pembagian dividen dari tahun buku 2025. Segenap keuntungan bersih yang diperoleh akan dialihkan secara utuh demi memperkokoh fondasi struktur permodalan perseroan.
Tak hanya itu, dalam forum rapat tersebut juga secara resmi disepakati dan diterima permohonan pengunduran diri yang diajukan oleh Hendriyanto Liem dari posisinya di jajaran direksi perseroan.
(Dhera Arizona)