Sementara, unit usaha VKTR membukukan kenaikan pendapatan sebesar 58,2 persen atau Rp126,9 miliar.
"Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan VKTR holding sebesar Rp114,8 miliar atau mencapai 9.510 persen. Ditambah lagi, PT VKTR Sakti Industries (VKTS) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar Rp88 miliar atau 854,5 persen," ujar Roy.
Selain itu, PT Bakrie Autoparts (BA) Group pada saat yang sama juga mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar Rp13 miliar atau 6,3 persen karena adanya pertumbuhan permintaan komponen otomotif.
Roy menambahkan, sejumlah unit bisnis mengalami penurunan pendapatan, yaitu PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group. Meski demikian, di unit usaha ini masih bisa diimbangi dengan adanya kenaikan pendapatan dari PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) Rp1,1 miliar atau 2,6 persen yang berasal dari penjualan sektor
Non-Oil & Gas (OG).
"Kami optimistis bahwa ke depan akan ada kenaikan pendapatan di sektor pipa dan EPC untuk oil & gas ini seiring dengan upcoming project yang akan masuk dalam semester I 2026 ini," ujar Roy.
(taufan sukma)