Namun demikian, Nafan juga mengingatkan bahwa di tengah keunggulan yang dimiliki, terdapat sejumlah tantangan yang perlu dimitigasi oleh pihak manajemen Perseroan, antara lain margin keuntungan yang dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah dan harga produk kimia global, serta kondisi oversupply industri petrokimia dari China yang berpotensi menekan harga jual produk.
"Satu lagi, saham TPIA seringkali diperdagangkan dengan rasio price earning (PER) dan PBV (price to book value) yang jauh di atas rata-rata industrinya, sehingga termasuk dalam kategori valuasi premium. Ini membuat harga saham jadi rentan terkoreksi, jika pertumbuhan yang diharapkan pasar rupanya tidak tercapai dengan tepat waktu," ujar Nafan.
(taufan sukma)