sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Diversifikasi Bisnis, MPXL Dirikan Auto Prime Indonesia

Market news editor Desi Angriani
22/09/2026 13:22 WIB
MPXL menggenggam 55 persen saham Auto Prime Indonesia atau sebanyak 1.650 saham.
Diversifikasi Bisnis, MPXL Dirikan Auto Prime Indonesia (Foto: dok MPXL)
Diversifikasi Bisnis, MPXL Dirikan Auto Prime Indonesia (Foto: dok MPXL)

IDXChannel - PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) mendirikan anak usaha baru bernama PT Auto Prime Indonesia dengan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp3 miliar.

Anak usaha MPXL ini memiliki modal dasar sebesar Rp12 miliar yang terbagi atas 12.000 saham. Sementara itu, modal ditempatkan dan disetor mencapai Rp3 miliar atau sebanyak 3.000 saham.

Dalam struktur kepemilikan, MPXL menggenggam 55 persen saham Auto Prime Indonesia atau sebanyak 1.650 saham dengan nilai nominal Rp1,65 miliar.

Adapun sebanyak 1.350 saham atau setara 45 persen dimiliki oleh Irwan Wijaya Dharma dengan nilai nominal Rp1,35 miliar.

Perseroan menyebut, pendirian Auto Prime Indonesia untuk menunjang kegiatan usaha MPXL sekaligus memperluas diversifikasi bisnis.

"Pendirian entitas anak merupakan bentuk penunjang dari kegiatan usaha Perseroan guna memperluas diversifikasi bisnis Perseroan yang diharapkan dapat memberikan pendapatan usaha dan memperkuat kinerja perseroan," tulis manajemen MPXL dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (22/9/2026).

Dalam pendirian entitas anak tersebut, terdapat afiliasi pada jajaran pengurus. Namun, MPXL menyatakan tidak terdapat kejadian, informasi, maupun fakta material lain yang perlu diungkapkan.

Sebagai informasi, emiten jasa pengangkutan dan logistik ini berhasil membalikkan kerugian menjadi laba bersih sepanjang Januari-Juni 2026.

MPXL membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 28,81 persen secara tahunan menjadi Rp74 miliar. Capaian tersebut menopang lonjakan laba bruto perseroan yang melesat 96,51 persen.

Sejalan dengan kenaikan margin, laba bersih MPXL melonjak hingga 217,25 persen mencapai Rp4,11 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sempat mencatatkan kerugian sebesar Rp3,5 miliar.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement