AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Djarum Caplok RANC dan SUPR Rp18,7 Triliun, Pengamat: Bisnis Rokok Mulai Melemah

MARKET NEWS
Aditya Pratama
Selasa, 05 Oktober 2021 08:32 WIB
Grup Djarum dalam beberapa waktu terakhir mengakuisisi dua perusahaan, yakni PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).
Djarum Caplok RANC dan SUPR Rp18,7 Triliun, Pengamat: Bisnis Rokok Mulai Melemah (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)
Djarum Caplok RANC dan SUPR Rp18,7 Triliun, Pengamat: Bisnis Rokok Mulai Melemah (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Grup Djarum dalam beberapa waktu terakhir mengakuisisi dua perusahaan, yakni PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Adapun total pembelian saham dua emiten itu sekitar Rp18,7 triliun.

Djarum mengakuisisi 51 persen saham PT Supra Boga Lestari Tbk melalui PT Global Digital Niaga atau Blibli dengan nilai transaksi Rp 2,03 triliun. Selain itu, Djarum melalui PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk juga mengakuisisi 94,03 persen saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk dengan nilai Rp16,7 triliun. 

Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada menyampaikan, menurut pengamatannya aksi korporasi agresif yang dilakukan Grup Djarum itu terkait dengan pengembangan bisnis.

"Meski core bisnisnya Djarum perusahaan rokok toh nyatanya lini bisnisnya makin berkembang dan bisa jadi nilai perusahaannya makin meningkat dengan banyaknya bisnis tersebut yang didukung dengan diversifikasi bisnisnya," ujar Reza dihubungi, Selasa (5/10/2021).

Reza menambahkan, aksi korporasi yang dilakukan Grup Djarum bisa juga dilatarbelakangi bisnis rokok yang mulai melemah belakangan ini.

"Kalau terkait dengan bisnis rokok yang mulai melemah, bisa jadi. (Akuisisi dua emiten) untuk mempertahankan eksistensi perusahaan maka perlu adanya diversifikasi secara anorganik dengan merambah ke bisnis lain di luar core business," ucapnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD