Meski demikian, tidak seluruh emiten berorientasi dolar AS akan otomatis diuntungkan dari pelemahan rupiah.
Arief menilai sektor crude palm oil (CPO) dan batu bara masih menghadapi ketidakpastian regulasi akibat kebijakan ekspor yang semakin tersentralisasi, sehingga manfaat dari pelemahan rupiah dapat menjadi terbatas.
Sebaliknya, Sucor Sekuritas tetap positif terhadap sektor energi dan logam, mengingat harga saham sejumlah emiten telah mengalami koreksi signifikan meski fundamental bisnis masih relatif kuat.
Dalam daftar saham pilihan utama, Arief menempatkan lima emiten dengan urutan preferensi, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).
Arief menempatkan TPIA sebagai saham dengan tingkat keyakinan tertinggi. Menurutnya, pertanyaan utama investor adalah bagaimana perusahaan yang selama beberapa tahun mencatat kerugian dapat kembali membukukan profitabilitas inti yang kuat pada 2026.