Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas basis pelanggan baru sepanjang tahun ini.
"Kami berupaya untuk mencapai target Rp84,3 miliar untuk EBITDA dengan margin sebesar 5 persen," kata Bambang.
Guna mendukung ekspansi bisnis, DPUM menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp100 miliar pada tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk modernisasi fasilitas produksi serta peningkatan kapasitas cold storage guna memenuhi standar kualitas penyimpanan yang dibutuhkan pelanggan global.
Dari sisi pendanaan, perseroan berencana mengombinasikan aksi korporasi berupa right issue dan penerbitan surat utang untuk menjaga fleksibilitas keuangan sekaligus mendukung ekspansi jangka panjang.
"Strategi pendanaan tersebut dirancang untuk menjaga fleksibilitas keuangan perseroan sekaligus memastikan ketersediaan dana yang memadai guna mendukung rencana ekspansi dan pertumbuhan usaha," ujar Bambang.