sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

DPUM Kejar Penjualan Rp1,6 Triliun, Siapkan Capex Rp100 Miliar untuk Modernisasi

Market news editor Rohman Wibowo
25/06/2026 15:33 WIB
DPUM menargetkan pendapatan sebesar Rp1,6 triliun pada 2026 atau tumbuh 32,2 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya
DPUM Kejar Penjualan Rp1,6 Triliun, Siapkan Capex Rp100 Miliar untuk Modernisasi. (Foto: Ilustrasi)
DPUM Kejar Penjualan Rp1,6 Triliun, Siapkan Capex Rp100 Miliar untuk Modernisasi. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) menargetkan pendapatan sebesar Rp1,6 triliun pada 2026 atau tumbuh 32,2 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh optimalisasi bisnis manufaktur, cold storage, hingga perdagangan ekspor.

Presiden Direktur DPUM, Bambang Panca Putra, mengatakan perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga volume produksi pascakebakaran fasilitas produksi yang terjadi beberapa waktu lalu.

Langkah yang dilakukan antara lain mengaktifkan kembali pabrik utama secara bertahap serta memanfaatkan kerja sama maklon guna memastikan kapasitas produksi tetap terjaga. Di sisi lain, perseroan juga terus memperluas pasar ekspor di luar Jepang yang selama ini menjadi pasar utama perusahaan.

"Terkait dengan target perseroan di tahun 2026 ekspor, kami akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk meraih target tersebut," ujar Bambang dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Selain mengejar pertumbuhan pendapatan, DPUM juga membidik perbaikan profitabilitas dengan menargetkan margin laba bersih sebesar 0,4 persen pada 2026.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas basis pelanggan baru sepanjang tahun ini.

"Kami berupaya untuk mencapai target Rp84,3 miliar untuk EBITDA dengan margin sebesar 5 persen," kata Bambang.

Guna mendukung ekspansi bisnis, DPUM menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp100 miliar pada tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk modernisasi fasilitas produksi serta peningkatan kapasitas cold storage guna memenuhi standar kualitas penyimpanan yang dibutuhkan pelanggan global.

Dari sisi pendanaan, perseroan berencana mengombinasikan aksi korporasi berupa right issue dan penerbitan surat utang untuk menjaga fleksibilitas keuangan sekaligus mendukung ekspansi jangka panjang.

"Strategi pendanaan tersebut dirancang untuk menjaga fleksibilitas keuangan perseroan sekaligus memastikan ketersediaan dana yang memadai guna mendukung rencana ekspansi dan pertumbuhan usaha," ujar Bambang.

Selain itu, DPUM juga melakukan evaluasi internal terhadap nilai wajar saham perseroan. Berdasarkan metode Discounted Cash Flow (DCF), income approach, dan market approach, perseroan mengestimasi nilai ekuitas mencapai Rp886,7 miliar atau setara Rp212 per saham.

Penilaian tersebut dinilai mencerminkan prospek pertumbuhan fundamental DPUM yang tetap solid seiring strategi pemulihan operasional dan ekspansi pasar yang tengah dijalankan perseroan.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement