Selain itu, para pelaku pasar juga menantikan laporan indeks harga konsumen (CPI) AS bulan Maret yang akan dirilis jelang akhir pekan.
Para ekonom memperkirakan inflasi utama akan meningkat secara bulanan, sebagian besar didorong oleh biaya bahan bakar yang lebih tinggi, yang berpotensi mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve.
Dari sentimen domestik, pasar merespons positif terhadap realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun, atau meningkat 10,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Realisasi tersebut setara dengan 18,2 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3,15 kuadriliun.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah bergerak fluktuatif dalam rentang Rp17.010-Rp17.040 per USD pada perdagangan selanjutnya.
(DESI ANGRIANI)