sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Efek Gencatan Senjata AS-Iran, Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.012

Market news editor Anggie Ariesta
08/04/2026 16:09 WIB
Rupiah ditutup menguat 93 poin atau sekitar 0,54 persen ke level Rp17.012 per USD pada perdagangan Rabu (8/4/2026).
Efek Gencatan Senjata AS-Iran, Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.012 (Foto: iNews Media Group)
Efek Gencatan Senjata AS-Iran, Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.012 (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 93 poin atau sekitar 0,54 persen ke level Rp17.012 per USD pada perdagangan Rabu (8/4/2026). 

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah imbas efek gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Pengumuman itu datang kurang dari dua jam sebelum batas waktu pukul 20.00 ET, yang telah dipantau ketat oleh investor sebagai pemicu potensial untuk eskalasi besar," tulis Ibrahim dalam risetnya Rabu (8/4/2026).
 
Sebelumnya Trump memperingatkan bahwa seluruh peradaban akan musnah jika Iran gagal mematuhi kesepakatan tersebut.

Gencatan senjata, yang ditengahi oleh Pakistan setelah upaya diplomatik menit-menit terakhir, bergantung pada jaminan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz secara aman

Iran juga mengisyaratkan kesediaan bersyarat untuk mengurangi eskalasi, dengan mengatakan bahwa jalur aman melalui Selat akan dimungkinkan selama periode gencatan senjata.

Selain itu, para pelaku pasar juga menantikan laporan indeks harga konsumen (CPI) AS bulan Maret yang akan dirilis jelang akhir pekan.

Para ekonom memperkirakan inflasi utama akan meningkat secara bulanan, sebagian besar didorong oleh biaya bahan bakar yang lebih tinggi, yang berpotensi mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve.

Dari sentimen domestik, pasar merespons positif terhadap realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun, atau meningkat 10,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Realisasi tersebut setara dengan 18,2 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3,15 kuadriliun.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah bergerak fluktuatif dalam rentang Rp17.010-Rp17.040 per USD pada perdagangan selanjutnya.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement