IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak pada Rabu (8/4/2026), didorong optimisme pasar setelah FTSE Russell menegaskan Indonesia tetap berstatus Secondary Emerging Market.
Sentimen positif juga datang dari pengumuman gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menekan harga minyak dunia, sehingga memperkuat minat beli investor di pasar saham.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan sesi I IHSG menguat 3,39 persen ke level 7.207,16, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.214,45.
Nilai transaksi terbilang tinggi hingga jeda siang, mencapai Rp12,97 triliun dengan volume perdagangan 25 miliar saham.
Sebanyak 592 saham menguat, 145 saham melemah, dan 221 saham lainnya stagnan.
Kenaikan indeks acuan tersebut ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar milik konglomerat, mulai dari Grup Barito hingga Bakrie, serta bank-bank berkapitalisasi jumbo.