Kabar ini berkembang seiring pernyataan manajemen BAIK, yang mengaku tengah dalam masa penjajakan dengan investor strategis dari luar negeri, terkait rencana pembangunan pabrik barunya di Malang, Jawa Timur.
"Kami memang sedang intens dalam menjajaki berbagai peluang strategis dengan pihak eksternal demi memperkuat langkah ekspansi Perseroan ke panggung internasional," ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).
Meski, karena masih dalam penjajakan, Nanang menyatakan bahwa belum belum ada keputusan final atau perjanjian mengikat yang sejauh ini dapat dipublikasikan oleh Perseroan.
Tak hanya didorong oleh spekulasi pasar terkait rencana akuisisi oleh pihak Nestle, Nanang menyatakan bahwa minat investor terhadap saham BAIK tak lepas dari realisasi pilar-pilar ekspansi bisnis Perseroan yang terbukti telah berjalan, dan menghasilkan keuntungan lebih maksimal bagi Perseroan.
Misalnya di sektor ritel, BAIK diketahui telah resmi menggandeng Atta Halilintar, Aurel Hermansyah, serta Dewa Eka Prayoga untuk meluncurkan lini camilan siap makan premium tanpa bahan pengawet seperti cumi hitam, peyek udang rebon, hingga ayam oseng mercon.