Kemudian tingginya curah hujan hingga akhir tahun menghambat aktivitas lapangan, hingga kendala isu keselamatan (safety issue) di anak usaha PT SIMS yang sempat memicu penghentian sementara operasional selama beberapa hari.
"Harga batu bara di 2025 telah mencapai titik terendahnya. Perseroan optimistis akan terjadi pemulihan permintaan dan potensi kenaikan harga tipis di tahun mendatang dibandingkan realisasi tahun ini," tutur manajemen.
Sementara itu, penurunan kinerja pada segmen sewa kendaraan PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) dipicu oleh tren pelemahan harga batu bara global sepanjang 2025. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya aktivitas tambang, yang berujung pada menurunnya permintaan penyewaan kendaraan 4x4 di area pertambangan batu bara.
"Perseroan tengah mengkaji ekspansi dan diversifikasi layanan TRJA, agar bisnis ini tidak semata bergantung pada kontrak jangka pendek di sektor batu bara," kata manajemen.
(DESI ANGRIANI)