Bahana menilai peningkatan tersebut berpotensi memberikan dukungan yang lebih kuat terhadap permintaan produk unggas sekaligus membantu menjaga harga ayam pada paruh kedua tahun ini.
Valuasi Masih Murah
Di tengah prospek pemulihan tersebut, valuasi saham poultry juga dinilai masih menarik. CPIN diperdagangkan pada sekitar 7,7 kali estimasi price-to-earnings (P/E) 2026, sedangkan JPFA sekitar 5,5 kali.
Valuasi tersebut masing-masing berada sekitar satu dan dua standar deviasi di bawah rata-rata lima tahun.
Menurut Bahana, posisi investor domestik pada sektor poultry juga masih berada di sekitar level terendah dalam lima tahun.
Sentimen terhadap saham poultry turut tertekan oleh pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan penghapusan CPIN dari indeks MSCI Standard seiring diturunkan ke Small Cap.