AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Emiten Sandiaga Uno (SRTG) Catatkan NAV Rp60,9 T di Kuartal I-2022

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 26 April 2022 15:56 WIB
Emiten investasi milik Sandiaga Salahuddin Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan Net Asset Value (NAV) sebesar Rp60,9 triliun.
Emiten Sandiaga Uno (SRTG) Catatkan NAV Rp60,9 T di Kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)
Emiten Sandiaga Uno (SRTG) Catatkan NAV Rp60,9 T di Kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten investasi milik Sandiaga Salahuddin Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan Net Asset Value (NAV) sebesar Rp60,9 triliun pada kuartal I-2022.

Capaian tersebut tumbuh 89 persen dibandingkan kuartal I-2021 sebesar Rp32,2 triliun, dan lebih tinggi dari NAV Saratoga pada akhir 2021 sebesar Rp56,3 triliun.

Presiden Direktur SRTG, Michael William P Soeryadjaja, mengatakan nilai pasar sejumlah portofolio investasi perseroan melanjutkan kenaikan seperti yang terjadi sejak semester II tahun 2021.

Adapun saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi katalis utama kenaikan NAV perseroan di kuartal I tahun 2022.

“Pada kuartal I-2022 Saratoga memperoleh pendapatan dividen sebesar Rp141 miliar dari PT Provident Agro Tbk (PALM) dan Deltomed. Kinerja positif perseroan di awal tahun ini menunjukkan bahwa strategi investasi Saratoga sangat optimal," kata Michael melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (26/4/2022).

Emiten Sandiaga Uno ini juga mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp3,6 triliun. Angka tersebut naik 208 yoy yang sebagian besar merupakan kenaikan nilai portofolio yang belum direalisasikan.

Michael mengungkapkan perseroan mulai memasuki tahun 2022 dengan sejumlah tantangan perekonomian yang beragam. Pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya tuntas hingga gejolak harga energi telah mendorong naiknya inflasi di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

"Sebagai perusahaan investasi aktif Saratoga terus mencermati situasi yang terjadi, mengingat tren kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan inflasi di dalam negeri juga terus meningkat," tuturnya.

Michael menambahkan prioritas utama perseroan saat ini berada di tingkat sumber daya perseroan, sejalan dengan langkah untuk menjaga rasio biaya operasional dan utang.

“Kami mencatatkan biaya operasional tahunan terhadap NAV sebesar 0,3 persen dan nilai pinjaman bersih sebesar 4,7 persen dari NAV,” ungkapnya.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menambahkan perseroan tengah menjajaki investasi di sejumlah sektor strategis, seperti industri teknologi digital, pelayanan kesehatan, energi terbarukan, dan konsumer.

Menurut Devin, setiap tahun Saratoga mengalokasikan dana sekitar USD100-150 juta baik untuk investasi di perusahaan baru atau pada portofolio yang sudah ada. Tahun ini sektor tersebut menjadi perhatian perseroan.

"Kami optimis dapat memaksimalkan setiap peluang investasi yang mampu memberikan peningkatan nilai perusahaan yang optimal dalam jangka panjang," tegas Devin. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD