Sementara, sepanjang Februari 2025 tercatat Rp16,1 triliun. Sejak awal 2025 (YtD), net sell asing menembus Rp20,1 triliun, dengan mayoritas melepas saham-saham perbankan besar.
Pelemahan IHSG juga dipengaruhi penguatan dolar AS dan kekhawatiran tarif baru Presiden Donald Trump pada China, Meksiko, dan Kanada. Rupiah turut tertekan 0,8 persen ke Rp16.574 per USD, level terendah sejak Maret 2020.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, pada Jumat (28/2/2025), sentimen negatif membuat investor perlu bersikap mencermati dan menunggu (wait and see) perkembangan situasi, sembari menanti perbaikan indikator ekonomi domestik. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.