Vita menjelaskan, pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan BPI Danantara, sehingga transformasi BUMN membuahkan hasil nyata dan menciptakan nilai untuk memberikan manfaat bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.
Sejauh ini, lanjut Vita, SIG terus berupaya meningkatkan kinerja penjualan ritel yang menjadi kontributor utama pendapatan Perusahaan.
Selama ini, penjualan ritel berkontribusi sebesar 70 persen dari total pendapatan Perusahaan.
Ke depan, SIG akan menyasar pasar potensial di Jawa Barat, di mana langkah strategis SIG untuk menggarap pasar di wilayah tersebut tak lepas dari permintaan semen di Jawa Barat yang naik 7,5 persen secara tahunan (YoY) pada semester I-2026.
"Penguatan pasar mikro di berbagai wilayah penjualan merupakan langkah strategis SIG untuk memenangkan persaingan dan menjadi motor penggerak pertumbuhan kinerja berkelanjutan dan semakin mengukuhkan posisi SIG sebagai market leader di Indonesia," ujar Vita.
(taufan sukma)