sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

EPAC Hentikan Segmen Kemasan Fleksibel, Rugi Diproyeksi Berbalik Jadi Laba

Market news editor Desi Angriani
29/08/2026 12:05 WIB
Setelah penghentian tersebut, bisnis kemasan ini hanya akan dijalankan oleh anak usahanya.
EPAC Hentikan Segmen Kemasan Fleksibel, Rugi Diproyeksi Berbalik Jadi Laba (Foto: iNews Media Group)
EPAC Hentikan Segmen Kemasan Fleksibel, Rugi Diproyeksi Berbalik Jadi Laba (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) berencana menghentikan operasional segmen usaha kemasan fleksibel yang dijalankan perseroan pada 31 Desember 2026.

Setelah penghentian tersebut, bisnis kemasan ini hanya akan dijalankan oleh anak usahanya, PT Epac Flexibles Indonesia (EFI).

Manajemen EPAC menjelaskan, perseroan dan entitas anak secara umum merupakan kelompok usaha yang bergerak di bidang kemasan fleksibel. Selama ini, perseroan memproduksi kemasan fleksibel konvensional menggunakan teknologi cetak rotogravure, sementara EFI menjalankan bisnis kemasan fleksibel dengan teknologi digital printing.

Keberadaan dua fasilitas dan metode produksi tersebut memungkinkan EPAC menawarkan fleksibilitas dari sisi kuantitas pesanan maupun harga kepada pelanggan.

Dalam proses produksinya, EPAC menjalankan tahapan mulai dari konversi bijih plastik melalui proses blowing hingga menghasilkan kemasan jadi dalam bentuk kantong atau pouch.

Selain memproduksi kemasan untuk merek-merek fast-moving consumer goods (FMCG), EPAC juga melayani pembuatan kemasan dalam bentuk kantong polos. Namun, segmen ini dinilai membebani kinerja EPAC secara konsolidasi.

"Dengan penghentian operasional segmen kemasan fleksibel milik perseroan, EPAC memperkirakan kinerja konsolidasi dapat mengalami perbaikan," tutur manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (27/8/2026).

Berdasarkan proyeksi perseroan, penghentian segmen tersebut berpotensi mengubah posisi kinerja dari net loss sekitar Rp2,8 miliar menjadi net profit sekitar Rp1,7 miliar.

Selain itu, EPAC diproyeksikan telah membukukan keuntungan per saham pada kuartal II-2026 dengan earning per share (EPS) sebesar Rp0,51.

Jika menggunakan harga penutupan saham EPAC pada akhir kuartal II-2026 pada 30 Juni 2026 sebesar Rp69 per saham, maka saham perseroan diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) sekitar 135,29 kali.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement