Selain memproduksi kemasan untuk merek-merek fast-moving consumer goods (FMCG), EPAC juga melayani pembuatan kemasan dalam bentuk kantong polos. Namun, segmen ini dinilai membebani kinerja EPAC secara konsolidasi.
"Dengan penghentian operasional segmen kemasan fleksibel milik perseroan, EPAC memperkirakan kinerja konsolidasi dapat mengalami perbaikan," tutur manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan proyeksi perseroan, penghentian segmen tersebut berpotensi mengubah posisi kinerja dari net loss sekitar Rp2,8 miliar menjadi net profit sekitar Rp1,7 miliar.
Selain itu, EPAC diproyeksikan telah membukukan keuntungan per saham pada kuartal II-2026 dengan earning per share (EPS) sebesar Rp0,51.
Jika menggunakan harga penutupan saham EPAC pada akhir kuartal II-2026 pada 30 Juni 2026 sebesar Rp69 per saham, maka saham perseroan diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) sekitar 135,29 kali.
(DESI ANGRIANI)