Target tersebut menggunakan valuasi 7,9 kali price-to-earnings (PE) 2027F, atau sekitar 0,5 standar deviasi di atas rata-rata lima tahun.
Menurut analis, multiple tersebut masih sejalan dengan kisaran perdagangan ERAA sebelum mengalami penurunan valuasi baru-baru ini.
Dengan demikian, kenaikan target harga dinilai tidak semata-mata berasal dari asumsi valuasi yang lebih agresif, tetapi juga mencerminkan revisi naik terhadap prospek laba.
Analis memperkirakan ERAA semakin mendapat manfaat dari ekspansi gerai yang rampung pada 2026, termasuk Erablue, Chagee, dan sejumlah konsep bisnis baru lainnya.
Pertumbuhan Erablue serta kontribusi yang semakin besar dari bisnis-bisnis baru tersebut diperkirakan menjadi pendorong pertumbuhan laba sekaligus membuka peluang re-rating terhadap saham ERAA.