AALI
8050
ABBA
590
ABDA
6950
ABMM
1260
ACES
1305
ACST
258
ACST-R
0
ADES
2370
ADHI
675
ADMF
7675
ADMG
214
ADRO
1360
AGAR
398
AGII
1755
AGRO
2550
AGRO-R
0
AGRS
262
AHAP
57
AIMS
426
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3500
AKSI
418
ALDO
645
ALKA
228
ALMI
254
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/08/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
439.32
0.26%
+1.13
IHSG
6075.41
0.09%
+5.37
LQ45
825.47
0.29%
+2.42
HSI
26125.00
0.63%
+163.97
N225
27742.28
1.68%
+458.69
NYSE
16602.29
-0.57%
-94.85
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
841,965 / gram

Erick Thohir Umumkan Produksi Massal Ivermectin, Saham BUMN Farmasi Melonjak

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Senin, 21 Juni 2021 20:12 WIB
Saham BUMN di sektor farmasi tercatat positif untuk perdagangan, Selasa (21/6/2021) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Erick Thohir Umumkan Produksi Massal Ivermectin, Saham BUMN Farmasi Melonjak (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Saham BUMN di sektor farmasi tercatat positif untuk perdagangan, Selasa (21/6/2021) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk PT Indofarma Tbk (INAF), harga saham naik 510 poin atau 24,64 persen ke posisi Rp 2.580.

Selain INAF, saham anggota Holding BUMN Farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF), juga tercatat naik hari ini. Dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham KAEF berada di level Rp 2.910 atau naik 580 poin (24,89 persen).

Kenaikan saham INAF bertepatan dengan pengunguman Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir bahwa emiten tengah memproduksi obat terapi Covid-19 atau disebut dengan Ivermectin 12 mg. 

"Saat ini, Ivermectin dalam tahap penelitian di Balitbangkes dan bekerjasama dengan beberapa Rumah Sakit, termasuk diantaranya Rumah Sakit di bawah Kementerian Pertahanan," ujar Erick, Senin (21/6/2021).

Ivermectin adalah obat anti-parasit yang telah disetujui oleh US FDA dan diketahui secara in vitro memiliki aktivitas anti-virus yang luas (broad-spectrum anti-viral activity) dengan cara menghambat replikasi Covid-19.

Manajemen emiten menargetkan produksi  Ivermectin mencapai 4 juta dosis per bulannya, usai perusahaan memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bernomor GKL2120943310A1. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD