AALI
8225
ABBA
550
ABDA
0
ABMM
1295
ACES
1300
ACST
244
ACST-R
0
ADES
2820
ADHI
895
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1345
AGAR
368
AGII
1305
AGRO
2290
AGRO-R
0
AGRS
244
AHAP
70
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
600
AKRA
3870
AKSI
424
ALDO
720
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
453.05
-0.47%
-2.15
IHSG
6060.76
-0.26%
-15.56
LQ45
851.73
-0.36%
-3.10
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29839.71
-2.17%
-660.34
NYSE
16168.17
-1.78%
-292.18
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,235
Emas
805,555 / gram

Penjualan Naik, Indofarma Raup Laba Rp1,81 Miliar

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Senin, 10 Mei 2021 10:29 WIB
PT Indofarma Tbk (INAF) mencatatkan laba  bersih pada kuartal I-2021 sebesar Rp1,81 miliar.
Penjualan Naik, Indofarma Raup Laba Rp1,81 Miliar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Indofarma Tbk (INAF) mencatatkan laba  bersih pada kuartal I-2021 sebesar Rp1,81 miliar, kondisi ini berbanding terbalik dibanding 31 Maret 2020 di mana perseroan mengalami rugi sebesar Rp21,42 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/5/2021), Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp373,20 miliar atau naik 151,88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp148,16 miliar dengan laba per saham dasar Rp0,59.

Adapun penjualan Perseroan terdiri atas penjualan lokal dan ekspor. Penjualan lokal menjadi kontributor utama penjualan sebesar Rp370,02 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp142,86 miliar. Kemudian, penjualan ekspor tercatat Rp3,18 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp5,30 miliar.

Adapun yang termasuk dalam penjualan lokal diantaranya obat ethical tercatat Rp191,87 miliar, over the counter tercatat Rp2,66 miliar, alat kesehatan, diagnostik dan lainnya tercatat Rp175,48 miliar. Kemudian, penjualan ekspor diantaranya ethical tercatat Rp958,71 juta dan over the counter tercatat Rp2,22 miliar.

INAF mencatatkan adanya kenaikan beban pokok penjualan di kuartal I-2021 menjadi Rp198,19 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp118,93 miliar. Beban penjualan juga meningkat menjadi Rp43,32 miliar dari sebelumnya Rp27,80 miliar, serta beban keuangan naik menjadi Rp12,19 miliar dari sebelumnya Rp9,80 miliar.

Sementara itu, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp155,82 miliar, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp2,51 miliar dan kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan tercatat Rp20,28 miliar.

Indofarma mencatatkan liabilitas sebesar Rp1,38 triliun dan ekuitas Rp432,14 miliar. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp1,82 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp1,71 triliun. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD