AALI
10300
ABBA
416
ABDA
0
ABMM
1575
ACES
1460
ACST
286
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1195
ADMF
0
ADMG
228
ADRO
1850
AGAR
352
AGII
1550
AGRO
1970
AGRO-R
0
AGRS
216
AHAP
63
AIMS
410
AIMS-W
0
AISA
242
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
640
AKRA
4390
AKSI
442
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
0
ALTO
292
Market Watch
Last updated : 2021/10/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.37
-0.32%
-1.64
IHSG
6645.09
-0.21%
-13.68
LQ45
973.37
-0.31%
-3.06
HSI
25516.82
0.42%
+107.07
N225
29153.64
0.44%
+128.18
NYSE
16862.00
-0.06%
-9.70
Kurs
HKD/IDR 1,810
USD/IDR 14,092
Emas
801,473 / gram

Penjualan Indofarma (INAF) Tembus Rp1,72 Triliun di 2020

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 29 April 2021 12:21 WIB
PT Indofarma Tbk (INAF) membukukan kenaikan penjualan sepanjang tahun 2020.
Penjualan Indofarma (INAF) Tembus Rp1,72 Triliun di 2020. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Indofarma Tbk (INAF) membukukan kenaikan penjualan sepanjang tahun 2020. Penjualan bersih emiten farmasi pelat merah ini naik hingga 26,22% year on year (yoy) menjadi Rp 1,72 triliun. Tahun sebelumnya, penjualan INAF tercatat Rp 1,36 trilliun. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Kamis (29/4/2021), peningkatan penjualan bersih tersebut terutama ditopang dari penjualan segmen alat kesehatan dan obat-obatan sesuai dengan strategi turn around manajemen. Akan tetapi, kenaikan penjualan bersih itu belum mampu mengerek bottom line INAF. 

Tercatat, sepanjang tahun 2020 INAF mengantongi laba bersih Rp 27,58 juta atau turun 99,65% yoy. Tahun 2019, INAF mampu mencetak laba hingga Rp 7,96 miliar.

INAF mengungkapkan, tergerusnya laba INAF terdampak penerapan kebijakan akuntansi PSAK 71 di tahun 2020, perusahaan membukukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp 38,50 miliar. 

"Hal tersebut merupakan bagian dari aspek kepatuhan terhadap regulasi PSAK 71 dan tindakan prudent perusahaan," ungkap Manajemen Indofarma, Kamis (29/4/2021).

Adapun secara operasional, INAF dapat meningkatkan kinerja baik dari sisi pendapatan maupun penghematan biaya. Sehingga, INAF mampu mencetak EBITDA Rp 164 miliar di tahun 2020 dibandingkan EBITDA tahun 2019 yang sebesar Rp 45 miliar. 

Dengan kata lain, EBITDA INAF tumbuh 364%. INAF berupaya menekan beban pokok penjualan dari 81,58% di tahun 2019, menjadi 76,65% di tahun 2020. Dengan beban pokok penjualan yang menipis, INAF mengantongi laba kotor Rp 400,59 miliar tahun lalu, naik 60% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 250,36 miliar. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD