AALI
9700
ABBA
296
ABDA
5825
ABMM
1370
ACES
1255
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3490
ADHI
810
ADMF
7575
ADMG
175
ADRO
2290
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1280
AGRO-R
0
AGRS
150
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
705
AKSI
675
ALDO
1380
ALKA
300
ALMI
288
ALTO
252
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.71
-0.11%
-0.57
IHSG
6601.76
0.01%
+0.95
LQ45
945.99
-0.09%
-0.87
HSI
23601.98
-2.83%
-687.92
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
838,337 / gram

Erick Thohir Ungkap Anak Usaha Telkom dan Pertamina Akan IPO, Kapan?

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan
Rabu, 15 September 2021 17:06 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut langkah IPO didasarkan pada pertimbangan atau kebutuhan pasar BEI.
Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut langkah IPO didasarkan pada pertimbangan atau kebutuhan pasar BEI. (Foto: MNC Media)
Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut langkah IPO didasarkan pada pertimbangan atau kebutuhan pasar BEI. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian BUMN mencatat Initial Public Offering (IPO) anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada akhir 2021 atau awal 2022. Namun, pemegang saham enggan mencatatkan waktu pastinya. 

Pencatatan saham di pasar modal pun akan dilakukan dua subholding milik PT Pertamina (Persero) yakni subholding pelayaran (shipping) dan subholding energi terbarukan (renewable energy). Pemegang saham juga menargetkan langkah go publik dilakukan di akhir tahun ini atau awal tahun depan. 

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut langkah IPO didasarkan pada pertimbangan atau kebutuhan pasar BEI. Karena itu, pihaknya tetap melihat dinamika tersebut sebelum memutuskan untuk melantai. 

"Nanti yang namanya Mitratel akan kita siapkan leader go publik di tahun ini atau awal tahun depan. Nanti tergantung market kita bisa lihat. Pertamina yang menarik, karena di pertamina ini ada dua subholding, kembali kita juga melihat situasi bursa, apakah di tahun ini ataukah di awal tahun depan," ujar Erick dalam sesi wawancara dengan IDX Channel, Rabu (15/9/2021). 

Pemegang saham melalui Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo pun sudah melakukan roadshow di luar negeri untuk melihat potensi pasar pasca ketiga entitas mencatatkan sahamnya di pasar modal. 

"Dan kita sekarang sedang melaksanakan roadshow, Pak Wamen Tiko sedang melaksanakan roadshow di luar negeri untuk melihat bagaimana potensi ini," katanya. 

Berdasarkan data pipeline perusahaan, BEI sudah mengantongi 29 calon perusahaan tercatat. Sementara, pada 8 September 2021, jumlah pipeline berubah menjadi 23 perusahaan tercatat. 

Dari pipeline tersebut, terdapat satu perusahaan di sektor teknologi dan satu perusahaan di sektor energi. Calon perusahaan yang lainnya lagi berasal dari bidang infrastruktur.(TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD