sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Esa Medika (EMMI) Targetkan Dana IPO Rp269 Miliar, Mayoritas untuk Beli Stok Alkes

Market news editor Rahmat Fiansyah
22/06/2026 06:15 WIB
PT Esa Medika Mandiri Tbk siap melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026 dengan target menghimpun dana Rp269 miliar.
PT Esa Medika Mandiri Tbk siap melantai perdana di BEI pada 8 Juli 2026 dengan target menghimpun dana Rp269 miliar. (Foto: iNews Media Group)
PT Esa Medika Mandiri Tbk siap melantai perdana di BEI pada 8 Juli 2026 dengan target menghimpun dana Rp269 miliar. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Esa Medika Mandiri Tbk siap melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026. Perusahaan penyedia alat kesehatan (alkes) tersebut menargetkan dana penawaran umum hingga Rp269 miliar.

Dalam prospektus awal IPO yang diterbitkan Minggu (21/6/2026), Esa Medika berencana menerbitkan sekitar 522,86 juta saham baru atau setara 30 persen dari total saham yang akan dicatatkan di BEI.

Perusahaan penyedia alat kesehatan itu menetapkan harga penawaran antara Rp446-Rp515 per saham selama masa penawaran awal (book building). Dengan demikian, perseroan berpotensi meraih dana segar pada kisaran Rp233-Rp269 miliar.

Esa Medika akan menggunakan 68,7 persen dana IPO untuk keperluan modal kerja. Rinciannya, 6,6 persen untuk membeli alkes terkait project softloan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Lalu 93,4 persen akan digunakan untuk memperkuat stok atau persediaan alkes. Dari sini, Esa Medika merinci total pembelian alkes yang mencapai Rp165 miliar di antaranya untuk membeli Electro Cauter terkait proyek Bank Dunia (Rp45,6 miliar) dan membeli instrumen bedah merek Medicon untuk pelanggan (Rp30 miliar).

Terkait pembelian alkes ini, Esa Medika juga memberikan catatan bahwa pembelian electrosurgical unit merek Bowa (Rp30 miliar) dan lampu operasi merek Simeon (Rp23 miliar) merupakan transaksi afiliasi kepada PT Sonnen Utama Nasional. Selain itu, pembelian benang bedah (Rp21,4 miliar) dari PT Esa Wego Indonesia juga termasuk transaksi afiliasi.

Kemudian, sekitar 18,5 persen atau Rp50 miliar dana IPO akan dipakai untuk melunasi sebagian utang kepada Bank Ina Perdana. Saat ini, perseroan memiliki sisa utang Rp42,9 miliar kredit modal kerja dan Rp15,3 miliar kredit investasi.

Lalu terakhir 11,8 persen untuk pengembangan usaha terkait pembangunan gedung pabrik Cikupa. Ekspansi ini dilakukan karena perseroan memerlukan fasilitas baru terkait produksi produk baru di mana fasilitas ini ditargetkan dibangun paling lambat kuartal IV-2026.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement