AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Faktor Keamanan 787 Dreamliner Dipertanyakan, Boeing Kembali Disorot

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Senin, 22 April 2019 17:30 WIB
Boeing kembali jadi sorotan. Jika sebelumnya Boeing 737-MAX, kali ini pesawat 787 Dreamliner dinilai dibuat tanpa kualitas kontrol yang baik.
Faktor Keamanan 787 Dreamliner Dipertanyakan, Boeing Kembali Disorot. (Foto: Ist)

IDXChannel - Boeing kembali jadi sorotan. Jika sebelumnya Boeing 737-MAX, kali ini pesawat 787 Dreamliner dinilai dibuat tanpa kualitas kontrol yang baik.

Berdasarkan laporan investigasi yang dilakukan New York Times, produksi pesawat Boeing 787 Dreamliner di pabrik North Charleston, South Carolina, AS dikerjakan untuk mengejar target. Sementara itu, protes pekerja soal standar keamanan diabaikan oleh perusahaan.

Laporan itu dibuat setelah surat kabar tersebut mewawancarai puluhan pegawai dan eks pegawai soal pabrik Boeing yang membuat 787 Dreamliner. Selain itu, ratusan halaman surel internal, dokumen perusahaan, dan catatan negara bagian AS.

Para pegawai mengeluhkan soal standar keselamatan kepada pemerintah federal mulai dari praktik produksi pesawat secara buruk hingga peralatan dan puing yang ditinggalkan setelah produksi secara serampangan.

Dengan terburu-buru, pekerja seringkali memasang komponen yang tidak tepat di pesawat. Bahkan, sejumlah uji coba yang dilakukan masih meninggalkan puing-puing dan serutan logam di dalam mesin yang berpotensi mengancam keselamatan.

Seorang teknisi di pabrik North Charleston, Joseph Clayton mengaku kerap menemukan puing-puing berbahaya dekat kabel di bawah kokpit pesawat.

"Saya bilang kepada istri saya kalau saya tidak akan pernah mau untuk terbang di pesawat itu. Ada masalah keamanan," kata Joseph, dikutip Minggu (21/4)

Pelanggan seperti Qatar Airways, menurut New York Times, kesal dengan produksi Dreamliner di sejumlah pabrik Boeing tertentu. Maskapai tersebut membeli pesawat Dreamliner dari pabrik Boeing yang berbeda-beda sejak 2014.

Boing menepis ada masalah dalam produksi Dreamliner. Boeing South Carolina mengklaim produksi di pabriknya memiliki kualitas yang terbaik sepanjang sejarah.

Di saat yang bersamaan, Boeing saat ini tengah menghadapi sejumlah investigasi, termasuk soal dugaan tindakan kriminal dari pemerintah federal hingga proses sertifikasi Boeing 737 Max. Hal ini tidak terlepas dari jatuhnya dua pesawat 737 MAX di Indonesia dan Ethiopia dalam beberapa bulan terakhir. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD