Program CA-EDC sendiri, disebut Andre, sengaja dilakukan demi memperluas kapabilitas regional Perseroan di sektor bisnis kimia, di mana proses pembangunannya telah mencapai 72 persen, dan telah memasuki fase pembangunan infrastruktur utama, di mana target operasional komersial sejak awal telah dipatok pada 2027 mendatang.
Tak hanya itu, Perseroan juga telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD80 juta, yang akan meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta mengoptimalkan integrasi operasi Aster di Singapura dengan fasilitas hilir Chandra Asri Group di Indonesia.
Sedangkan, di sektor Energi, TPIA juga berhasil melanjutkan integrasi pasca-akuisisi melalui penyatuan jaringan SPBU Esso dan fasilitas Cold Storage, yang memperluas kapabilitas mobilitas energi serta efisiensi rantai pasok.
Di lain pihak, Perseroan juga akan melanjutkan pembangunan proyek Condensate Splitter Unit (CSU) dan revitalisasi Single Buoy Mooring (SBM) di Pulau Bukom yang tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan IV-2026.
"Kedua fasilitas tersebut kami proyeksikan dapat nambah EBITDA sekitar USD20 juta per bulan, sehingga semakin meningkatkan kontribusi bisnis energi terhadap kinerja Perseroan," ujar Andre.