sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Fokus Pada Produk China, Kobexindo (KOBX) Kantongi Pendapatan Rp1,02 Triliun

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
03/08/2026 20:34 WIB
strategi diversifikasi sengaja dipilih demi dapat beradaptasi dengan kebutuhan dan permintaan pasar alat berat nasional.
Fokus Pada Produk China, Kobexindo (KOBX) Kantongi Pendapatan R1,02 Triliun (foto: iNews Media Group)
Fokus Pada Produk China, Kobexindo (KOBX) Kantongi Pendapatan R1,02 Triliun (foto: iNews Media Group)

Andry menjelaskan bahwa Kobexindo saat ini memiliki empat segmen bisnis utama, yaitu penjualan unit alat berat, yang terbagi menjadi empat segmen, yaitu segmen alat berat pertambangan dan non pertambangan, kemudian penjualan suku cadang, layanan jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan, serta pendapatan sewa, yang juga terbagi menjadi sewa alat berat dan sewa perkantoran (ruang perkantoran pada Kobexindo Tower).

Sejauh ini, kinerja segmen penjualan unit alat berat masih menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi mencapai 70,7 persen terhadap pendapatan konsolidasi, atau meningkat signifikan dibanding perolehan sebesar 54,4 persen pada periode sebelumnya.

"Salah satu (produk alat berat) yang banyak dicari yaitu Dump Truck Hybrid dari Tonly. Sejak dipasarkan mulai tahun lalu, kami terus mendapat permintaan dari konsumen," ujar Andry.

Banyak diminatinya produk Dump Truack Hybrid dari Tonly, disebut Andry, karena system hybrid yang ditenagai listrik dan solar tersebut mampu memangkas biaya operasional hingga 30 sampai 40 persen.

Sedangkan segmen dengan kontribusi terbesar kedua adalah segmen penjualan suku cadang, yang tercatat mampu berkontribusi sebesar 14,1 persen terhadap pendapatan konsolidasian, di mana pada enam bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp144,04 miliar, atau turun sekitar 26,6 persen dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp196,15 miliar. 
 
Kemudian, segmen terbesar ketiga adalah segmen sewa, dengan total Rp84,07 miliar pada per akhir Juni 2026 lalu. Sewa Alat berat tercatat meraup pendapatan sebesar Rp79,7 miliar, meningkat 14 persen dibanding pencapaian tahun sebelumnya. 
Terakhir, pendapatan dari sewa bangunan tercatat sebesar Rp4,37 miliar, terkoreksi 23,1 persen dibanding catatan tahun lalu. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement