"Segmen jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan berkontribusi sebesar tujuh persen, dengan pendapatan enam bulan pertama 2026 sebesar Rp70,97 miliar," ujar Andry.
Pencapaian tersebut, dalam pandangan Andry, telah berdampak positif pada posisi laba kotor perseroan, yang pada Semester I-2026 tumbuh 41 persen menjadi Rp174,8 miliar, menunjukkan adanya perbaikan margin, meski beban pokok naik 8,8 persen.
"Kami akan terus mengoptimalkan peluang dengan menjual produk alat berat untuk kebutuhan pertambangan maupun non-pertambangan," ujar Andry.
Di tengah kondisi penuh tantangan, Andry menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk dapat memperluas diversifikasi produk dan memperkuat layanan purna jual, termasuk memperbesar portofolio brand China yang menawarkan harga kompetitif.
"Strategi ini kami harapkan dapat membantu Perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan penjualan, sekaligus memperkuat daya saing di pasar domestik," ujar Andry.
(taufan sukma)