Akuisisi yang rampung pada 2025 itu menghadirkan aset kilang berkapasitas 237 ribu barel per hari dan fasilitas cracker etilena berkapasitas 1,1 juta ton per tahun.
Kehadiran Aster secara signifikan mengubah struktur pendapatan perusahaan, di mana segmen energi kini menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 55 persen terhadap pendapatan kuartal I/2026.
Menurut Nizam, strategi diversifikasi tersebut menjadi langkah yang tepat di tengah tekanan berkepanjangan yang dialami industri petrokimia global akibat kelebihan kapasitas produksi di China.
Dengan masuknya bisnis energi ke dalam portofolio perusahaan, TPIA tidak lagi sepenuhnya bergantung pada siklus margin petrokimia yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami tekanan.
Diversifikasi ini menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih beragam sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis perusahaan terhadap volatilitas industri.