Kinerja keuangan Perseroan pun mulai mencerminkan hasil dari transformasi tersebut. Pada kuartal pertama 2026, TPIA membukukan laba operasional (EBIT) tertinggi sepanjang sejarah sebesar USD468 juta dan laba bersih mencapai USD205 juta.
Segmen energi menjadi penyumbang terbesar dengan EBIT sebesar USD556 juta, ditopang oleh tingginya margin pengilangan di Singapura yang sempat mencapai sekitar USD30 per barel di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Nizam menilai investasi Aster berpotensi menghasilkan pengembalian yang lebih cepat dari perkiraan sekaligus memperbaiki struktur utang Perseroan.
Selain memberikan kontribusi terhadap profitabilitas, akuisisi Aster juga memperkuat neraca keuangan TPIA melalui pencatatan keuntungan akuisisi (bargain purchase gain) sekitar USD1,7 miliar.
Penguatan ekuitas tersebut menciptakan ruang pendanaan yang lebih besar bagi perusahaan untuk melanjutkan berbagai proyek ekspansi strategis di masa mendatang.