Selain itu, investor asing yang ditemui CGSI kini cenderung hanya ingin memiliki kurang dari lima saham Indonesia, lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.
Meski demikian, CGSI melihat peluang kembalinya investor asing tetap terbuka apabila moderasi kebijakan dalam beberapa bulan terakhir berlanjut.
Kebijakan fiskal dan moneter dinilai mulai membaik, meski masih diperlukan langkah tambahan apabila faktor eksternal tetap kurang mendukung.
Investor juga akan mencermati efisiensi program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (KopDes), serta pengendalian kenaikan anggaran subsidi energi.
Eksekusi kebijakan gubernur Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang baru juga akan menjadi perhatian, termasuk dampaknya terhadap nilai tukar rupiah.