Pada sektor perbankan, posisi overweight dana domestik mencapai 3,3 percentage points atau sekitar 1 percentage point di bawah rata-rata 25 bulan terakhir. Posisi tersebut juga masih sekitar separuh dari level puncak overweight bank pada Agustus 2025 yang mencapai 6,3 percentage points.
Sementara itu, overweight pada sektor batu bara meningkat menjadi 2,4 percentage points dan minyak dan gas mencapai 1,7 percentage points, level tertinggi dalam 24 bulan.
Sebaliknya, sektor logam mulai dikurangi, dengan posisi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 40 basis points dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 10 basis points.
Menurut BRI Danareksa, pergeseran tersebut menunjukkan dana domestik masih aktif menopang pasar melalui rotasi antarsektor.
Namun, besarnya eksposur terhadap saham-saham tertentu juga meningkatkan risiko apabila tekanan jual asing berlanjut, terutama di sektor berbasis sumber daya alam (SDA).