Selain ALII dan SILO, daftar tersebut juga mencakup sejumlah saham dari India, Korea Selatan, Taiwan, dan Turki. Namun, Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak dengan dua konstituen yang dinyatakan gagal dalam surveillance stock screen.
Penghapusan dari indeks global berpotensi menjadi perhatian investor, terutama karena perubahan konstituen indeks dapat memengaruhi aliran dana pada saham yang bersangkutan dari investor atau dana yang menggunakan indeks sebagai acuan.
Untuk ALII, penghapusan terjadi dari FTSE GEIS Micro Cap. Sementara SILO menghadapi perubahan dari FTSE GEIS Small Cap. Kedua saham tersebut kini perlu diperhatikan menjelang tanggal efektif rebalancing pada 21 September mendatang. (Aldo Fernando)